Laman

Rabu, 15 September 2010

wanita memang sulit dimengerti.

"Saya masih mencintaimu. Namun, kita tak bisa bersama."

Itulah kata-kata yang diucapkan oleh Okky saat ditanya bagaimana perasaannya saat ini terhadap Pasha Ungu. Di rubrik konsultasi psikologi pun (saya suka membacanya di KOMPAS Minggu), saya sering menemukan kata-kata itu. Sejauh ini, sebagian besar adalah wanita. Begitu pun teman-teman wanita saya saat saya tanya bagaimana perasaan mereka terhadap mantan pacar mereka tak lama setelah mereka putus.

Mm...lagi-lagi saya menemukan rahasia hati seorang wanita. Bagi saya (saya tidak ingin menjeneralisir perasaan pribadi saya sebagai perasaan laki-laki pada umumnya), mencintai ya...harus bersama. Bagaimana mungkin saya bisa melepaskan atau merelakan seseorang yang saya cintai begitu saja. Mencintai seseorang yang sangat istimewa bagi kita maka kita harus mencintai dirinya secara keseluruhan. Fisiknya, personality-nya, attitude-nya, dan hatinya. Rasa cinta itulah yang justru membuat kita bersatu.

Sungguh, saya bingung dengan mereka-mereka yang mengatakan seperti itu. Kalau memang cinta ya...pertahankan hubungan yang ada. Bukankah saat kita menyukai kelebihannya, kita juga harus siap mengikhlaskan kekurangannya. Cinta juga tidak perlu alasan & pertanyaan "kenapa". Cinta ya cinta. Titik. Untuk apa kita mencintai seseorang namun selalu ada kata penolakan di belakangnya.

Ah...saya bukanlah Deddy Corbusyet, seorang mentalist yang mampu menebak perasaan seseorang. Biarkan wanita menyimpan jawabannya agar laki-laki senantiasa mencari jawaban itu.

Ada sebuah lagu yang cukup manis yang menginginkan kejujuran cinta. Saya sering mendendangkannya. Tentu saja dgn suara saya yang fals.

Kalau kau benar-benar sayang padaku
Kalau kau benar-benar cinta
Janganlah kau katakan semua itu, cukup tingkah laku

Sekarang apalah artinya jika hanya di bibir saja
Cinta itu bukan lah main-mainan, tapi pengorbanan

Semua bisa bilang sayang, semua bisa bilang
Apalah artinya cinta tanpa pengorbanan 

kenapa kita tak bisa jalani bersama? kau tak pernah menjawabnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar