Laman

Rabu, 13 Januari 2010

Apa Itu Marching Band?

Marching band adalah istilah dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit) secara bersama-sama. Penampilan marching band merupakan kombinasi dari permainan musik (tiup, dan perkusi) serta aksi baris-berbaris dari pemainnya. Umumnya penampilan marching band dipimpin oleh satu atau dua orang komandan lapangan dan dilakukan baik di lapangan terbuka maupun lapangan tertutup dalam barisan yang membentuk formasi dengan pola yang senantiasa berubah-ubah sesuai dengan alur koreografi atas lagu yang dimainkan, dan diiringi pula dengan aksi tari yang dilakukan oleh sejumlah pemain bendera.

Marching band umumnya dikategorikan menurut fungsi, jumlah anggota, komposisi dan jenis peralatan yang digunakan, serta gaya atau corak penampilannya. Pada awalnya marching band dikenal sebagai nama lain dari drum band. Penampilan marching band pada mulanya adalah sebagai pengiring parade atas perayaan ataupun festival yang dilakukan di lapangan terbuka dalam bentuk barisan dengan pola yang tetap dan kaku, serta memainkan lagu-lagu mars. Dinamika keseimbangan penampilan diperoleh melalui atraksi individual yang dilakukan oleh mayoret, ataupun beberapa personil pemain instrumen. Namun saat ini permainan musik marching band dapat dilakukan baik di lapangan terbuka ataupun tertutup sebagai sebagai pengisi acara dalam suatu perayaan, ataupun kejuaraan.

Komposisi musik yang dimainkan marching band umumnya bersifat lebih harmonis dan tidak semata-mata memainkan lagu dalam bentuk mars, ragam peralatan yang digunakan lebih kompleks, formasi barisan yang lebih dinamis, dan corak penampilannya membuat marching band merupakan kategori yang terpisah dan berbeda dengan drum band yang umumnya memiliki komposisi penggunaan instrumen perkusi yang lebih banyak dari instrumen musik tiup. Tipikal bentuk dan penampilan drum band yang paling dikenal adalah drum band yang dimiliki oleh institusi kemiliteran ataupun kepolisian. Adaptasi lebih lanjut dari penampilan marching band di atas panggung adalah dalam bentuk brass band.

Saat ini marching band telah merambah ke berbagai yayasan-yayasan, perusahaan, bahkan telah menjadi kegiatan eksta di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Contohnya seperti di UNS Surakarta, perguruan tinggi negeri ini telah memiliki sebuah unit marching band dari tahun 1988 yang bernama Marching Band Sebelas Maret Surakarta, dahulu merupakan sebuah unit drum band namun seiring perkembangan jaman nama drum band diubah menjadi marching band. Hingga sekarang ini dan telah mengikuti berbagai event baik tingkat lokal maupun nasional. belajar dan mengikuti proses latihan di marching band sangat menyenangkan dan memberikan pengalaman yang berharga, kita bisa melatih otot sekaligus kedua otak kita (kiri dan kanan) dan yang paling terasa selama kita menjalani prosesnya ialah rasa kekeluargaan yang kental. Kita berlatih bersama, merasakan capek susah senang sama-sama, dari situ tumbuh perasaan satu hati yang kemudian diaplikasikan ke dalam sebuah pergelaran. Motto yang paling populer dalam sebuah unit marching band adalah:"ONE BAND,ONE SOUND,ONE SOUL".

Cobalah bergabung dengan sebuah unit marching band dan rasakan sensasinya!

Selasa, 12 Januari 2010

Legenda Sangkuriang Dalam Falsafah Sunda

Menurut Hidayat Suryalaga atau yang dikenal dengan Abah Surya, mantan Rektor Itenas Bandung, legenda atau sasakala Sangkuriang dimaksudkan sebagai cahaya pencerahan (sungging perbangkara) bagi siapa pun yang (tumbuhan cariang) masih bimbang akan keberadaan dirinya, dan berkeinginan menemukan jati diri kemanusiaannya (wayungyang). Hasil yang diperoleh dari pencariannya ini akan melahirkan kata hati (nurani) sebagai kebenaran sejati (Dayang Sumbi, Rarasati). Tetapi bila tidak disertai kehati-hatian dan kesadaran penuh/eling (teropong), maka dirinya akan dikuasai dan digagahi kebimbangan yang terus (digagahi si Tumang) akan melahirkan ego, yaitu jiwa yang belum tercerahkan (Sangkuriang).
Ketika sang nurani termakan lagi oleh kewaswasan (Dayang Sumbi memakan hati si Tumang), maka hilanglah kesadaran yang hakiki. Rasa menyesal yang dialami sang nurani dilampiaskan dengan dipukulnya kesombongan rasio sang ego (kepala Sangkuriangdipukul). Kesombongannya pula yang memengaruhi sang ego rasio untuk menjauhi dan meninggalkan sang nurani. Ternyata, keangkuhan sang ego rasio yang berlelah-lelah mencari ilmu selama pengembaraannya di dunia (menuju ke arah timur), pada akhirnya kembali ke barat yang secara sadar maupun tidak selalu dicari dan dirindukannya, yaitu sang nurani (pertemuan Sangkuriang dengan Dayang Sumbi).
Walau demikian, ternyata penyatuan antara sang ego rasio (Sangkuriang) dengan sang nurani yang tercerahkan (Dayang Sumbi), tidak semudah yang diperkirakan. Berbekal ilmu pengetahuan yang telah dikuasainya, sang ego rasio (Sangkuriang) harus mampu membuat suatu kehidupan sosial yang dilandasi kasih sayang, interdependency silih asih, asah, dan silih asuh yang humanis harmonis, yaitu satu telaga kehidupan sosial (membuat Talaga Bandung) yang dihuni berbagai kumpulan manusia dengan bermacam ragam perangainya (Citarum).
Sementara itu, keutuhan jati dirinya pun harus dibentuk oleh sang ego rasio sendiri (pembuatan perahu). Keberadaan sang ego rasio itu pun tidak terlepas dari sejarah dirinya, ada pokok yang menjadi asal muasalnya (Bukit Tunggul, pohon sajaratun) sejak dari awal keberadaannya (timur, tempat awal terbit kehidupan). Sang ego rasio pun harus menunjukkan keberadaan dirinya (tutunggul, penada diri), dan pada akhirnya dia pun akan mempunyai keturunan yang terwujud dalam masyarakat yang akan datang, dan suatu waktu semuanya berakhir ditelan masa menjadi setumpuk tulang-belulang (Gunung Burangrang).
Betapa mengenaskan, bila ternyata harapan untuk bersatunya sang ego rasio dengan sang nurani yang tercerahkan (hampir terjadi perkawinan Sangkuriang dengan Dayang Sumbi), gagal karena keburu hadir sang titik akhir, akhir hayat dikandung badan (boeh rangrang atau kain kafan). Akhirnya, suratan takdir yang menimpa sang ego rasio hanyalah rasa menyesal yang teramat sangat dan marah kepada dirinya. Maka, ditendangnya keegoisan rasio dirinya, jadilah seonggok manusia transendental tertelungkup meratapi kemalangan yang menimpa dirinya (Gunung Tangkubanparahu
Walau demikian, lantaran sang ego rasio masih merasa penasaran, dikejarnya terus sang nurani yang tercerahkan dambaan dirinya (Dayang Sumbi) dengan harapan dapat luluh bersatu antara sang ego rasio dengan sang nurani. Tapi, ternyata sang nurani yang tercerahkan hanya menampakkan diri menjadi saksi atas perilaku yang pernah terjadi dan dialami sang ego rasio (bunga jaksi).
Akhir kisah, yaitu ketika datangnya kesadaran berakhirnya kepongahan rasionya (Ujungberung). Dengan kesadarannya pula, dicabut dan dilemparkannya sumbat dominasi keangkuhan rasio (Gunung Manglayang). Maka kini terbukalah saluran proses berkomunikasi yang santun dengan siapa pun (Sanghyang Tikoro atau tenggorokan, bahasa Sunda: hade ku omong goreng ku omong). Dan dengan cermat dijaga benar makanan yang masuk ke dalam mulutnya agar selalu halal, bersih, dan bermanfaat (sanghyang tikoro: kerongkongan, genggerong).

Sabtu, 09 Januari 2010

Tentang Meester Cornelis

Kabar Indonesia - Buat yang belum tahu, Meester Cornelis adalah sebuah kawasan di wilayah yang kini tergabung dalam Kotamadya Jakarta Timur. Kondektur bus-bus maupun metro mini yang lewat kawasan itu masih sering berteriak memberitahu penumpang bahwa angkutan itu sudah sampai di, "Mester, Mester."

Di situ ada pasar yang sudah ada sejak ratusan tahun silam. Di sana juga ada kantor pos yang sudah berdiri sejak lama, stasiun kereta api, gereja, dan area militer, yang juga telah berdiri sejak Indonesia masih bernama Hindia-Belanda. Ya, itulah Meester Cornelis yang kini dikenal dengan nama Jatinegara.

Jatinegara atau yang dulu dikenal dengan nama Meester Cornelis adalah sebuah kawasan yang awalnya dimiliki seorang kaya bernama Meester Cornelis Senen, seorang asal Pulau Lontar, Banda, yang kemudian dikirim ke Batavia (sekarang bernama Jakarta) oleh Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, Jan Pieterzoon Coen pada tahun 1621.

Dalam bukunya Gereja-gereja Tua di Jakarta (terbitan tahun 2003), Adolf Heuken SJ mengungkapkan bahwa Cornelis Senen adalah anak dari keluarga yang cukup kaya dari Pulau Lontar, Banda. Cornelis Senen belakangan menjadi seorang guru agama Kristen. Pada tahun 1635, Cornelis Senen membuka sekolah, memimpin doa, dan membaca khotbah dalam Bahasa Melayu. Belakangan, dia juga memimpin khotbah dalam Bahasa Portugis. Jabatannya sebagai guru itulah yang membuat Cornelis Senen mendapat tambahan gelar Meester di depan namanya. Dia juga menjabat sebagai Kepala Kampung Banda di Batavia.

Setelah sepuluh tahun melayani umat Kristen berbahasa Melayu dan Portugis, maka dia diangkat menjadi proponent, calon pendeta. Dia juga mengajar katekisasi (pelajaran sebelum seseorang di-sidi atau diteguhkan sebagai orang Kristen dewasa). Sayangnya, dia ditolak ketika hendak menempuh ujian untuk menjadi seorang pendeta pada tahun 1657. Bisa jadi, hal itu karena Cornelis Senen adalah seorang bumiputera dan bukan bangsa Belanda.

Namun Meester Cornelis Senen masih diberikan hak istimewa untuk menebang pohon di tepi Kali Ciliwung yang letaknya sekitar 15 sampai 20 kilometer dari kota Batavia (kawasan Jakarta Kota saat ini). Di tempat itu, dia juga mempunyai sebuah tanah luas penuh pepohonan pada tahun 1661. Kayu dari pohon yang ditebang, dikirim ke kota dengan cara dihanyutkan lewat Kali Ciliwung. Kayu-kayu itu kemudian dipakai menjadi bahan untuk membangun rumah dan kapal-kapal niaga. Tanah luas penuh pepohonan itulah yang kemudian dikenal dengan nama Meester Cornelis.

Belakangan, kawasan itu menjadi suatu kotapraja tersendiri, bahkan Kota dan Kabupaten Bekasi sekarang, di zaman Hindia-Belanda masih merupakan Kewedanaan (District), termasuk Regenschap (Kabupaten) Meester Cornelis.

Sampai kini Jatinegara masih menyisakan bangunan-bangunan bersejarah, di antaranya Stasiun Kereta Api Jatinegara, Gereja GPIB Koinonia (dulu dikenal dengan nama Gereja Bethel), beberapa bangunan tentara milik TNI-AD, Kantor Pos Jatinegara, dan yang agak mengenaskan karena kurang terurus adalah bekas kediaman bupati (regent) yang terletak di dekat Stasiun Kereta Api Jatinegara.

Bagi yang mau tahu tentang sebagian sejarah Meester Cornelis yang kini bernama Jatinegara, saat ini dapat datang ke Kantor Filateli Jakarta di Jalan Pos No.2, Jakarta Pusat. Saat ini, di tempat tersebut sedang diselenggarakan Pameran Filateli Remaja yang pemenangnya akan dikirim untuk mengikuti Youth ASEAN Stamp (YAS) Exhibition 2007 di Singapura, Agustus mendatang.

Dalam pameran yang diadakan dari 29 sampai 31 Maret 2007, ditampilkan pula koleksi dari seorang filatelis senior asal Jatinegara, Jakarta Timur, yang merupakan koleksi court of honour dan bukan diikutkan dalam penilaian. Koleksi itu berjudul From Meester Cornelis to Jakarta Jatinegara. Dalam koleksi itu, ditampilkan prangko, kartu pos, dan sampul surat yang mempunyai cap (stempel) pos Meester Cornelis sejak akhir tahun 1800-an sampai cap (stempel) pos Jatinegara sampai tahun 1990-an. Termasuk pula cap (stempel) pos Djatinegara saat zaman pendudukan Jepang dan awal kemerdekaan RI.

Sebuah koleksi yang sarat sejarah dan patut untuk disaksikan.

Oleh : Berthold Sinaulan

Kamis, 07 Januari 2010

Tahukah kamu


Tahukah kamu kalau suhu udara di bumi telah meningkat 1,4 derajat celcius dalam 127 thn terakhir ini ?

Tahukah kamu bahwa gunung es di kutub akan mencair seluruhnya pada thn 2040 jika tingkat pemanasan global tidak dapat dikurangi saat ini ?

Tahukah kamu saat ini hanya terdapat 27 gunung es yang masih dapat diidentifikasi dari 150 yang tercatat pada thn 1910 ?

Tahukah kamu bahwa Industri diseluruh dunia menghasilakn 332 BMT gas CO2 setiap harinya ? ini diperkirakan 30 % lebih besar daripada kemampuan seluruh tumbuhan dimuka bumi ini untuk menyerapnya.

Tahukah kamu bahwa suhu permukaan air laut telah meningkat 0.6 derajat celcius dalam 25 thn terakhir dan tinggi air laut diseluruh dunia rata2x meninggkat sekitat 14 Cm dalam 10 thn terakhir ?

Tahukah kamu bahwa mundurnya AS dari Protokol kyoto telah menyebabkan emisi gas buang CO2 bertambah 20 % dari perkiraan semula ? North America (US & Canada) menyumbang 36 % dari seluruh gas buang CO2 didunia ini. Tempat kedua diduduki uni Eropa dgn 13,2 % dan Cina berada ditempat ke 3 dengan 12.4 % berikutnya adalah Rusia + former ussr dengan 6,7 % dan Jepang dengan 5 %, negara terakhir yang masuk dalam kumpulan ini adalah India yang menghasilkan 3,3 % dan Korea Selatan dengan 2,4 %. Gabungan dari negara2 industri maju (24 negara) ini telah memberikan kontribusi 80 % gas karbon buangan dunia, sementara 20 % sisanya di bagi rata kepada 159 negara lainnya.

Tahukah kamu EU adalah kelompok negara yg memberikan kontribusi terbesar bagi Global Restoration Program dengan mengalokasikan 220 milliar Euro dalam jangka waktu 10 thn. Target mereka adalah mengurangi gas buangan industri di negara EU dan penghijauan hutan2 dunia ? (Dalam kelompok ini Jerman adalah negara penyumbang terbesar)

Tahukah kamu UN memperkirakan 12 % penduduk dunia akan mengalami bahaya kelaparan akut, produksi pangan akan menurun 16 % diseluruh dunia, Grain Price (harga Pagan dalam bentuk biji atau bulir, termasuk padi, gandum, dll) akan meningkat 100 % pada thn 2010 ?

Tahukah kamu, Hasil observasi dan kalkulasi Ilmuwan menunjukan bahwa kalaupun manusia berhenti menggunakan fossil fuel dan menghentikan produksi pabrik2x sama sekali dan mematikan semua listrik didunia ini maka efek pemanasan global baru akan reda setelah 100 thn ? Berdasakran Wigley Model on Global Warming, bahkan jika manusia melakukan hal tersebut diatas maka pada thn 2100 (penelitian dilakukan pada thn 2000) suhu udara rata2 didunia akan meningkat 4 derajat celcius dan ketinggian air laut diseluruh dunia akan meningkat 30 Cm.

Tahukah kamu bahwa Gunung Es besar di Greenland mencair semua maka ketinggian air laut akan naik mencapai 7 meter ? Dengan tingkat suhu sekarang maka hanya dibuthkan pertambahan 3 derajat celcius pada pemanasan global, dan dengan tingkat pertambahan suhu saat ini paling tidak dalam waktu 50 thn maka suhu itu akan tercapai. Dengan suhu rata2x 5-6 derajat celcius maka seluruh gunung es di green land akan sepenuhnya mencair dalam waktu 37 thn.

Tahukah kamu bahwa Es di kutub utara telah hilang hampir 60 % nya ? Pada thn 1979, musim panas di kutub utara menunjukan bahwa Arctic ice memiliki luas sebesar 6,74 juta Km persegi. Pada thn 2007, musim panas dikutub utara menunjukan hasil 2,61 Juta Km Persegi ?

Berapakah yg tersisa pada thn 2035 jika trend ini berlanjut ?

0 Km Persegi.

SAVE THE WORLD, ACT NOW !!!